Judul diatas saya ambil dari kompas(Sabtu, 28 November 2009 | 21:31 WIB).
Ajakan bapak Permadi diatas menurut saya sangat dangkal sekali, mengajak mahasiswa untuk turun ke jalan, melakukan aksi demonstrasi pada 1 desember mendatang. Kita tahu sendiri, mahasiswa adalah kaum intelektual, yang mempunyai akal dan pikiran serta nalar yang tinggi, semuanya yang akan dilakukan harus berdasar pada pemikiran. Bisa kita bayangkan apa jadinya jika setiap menyikapi masalah di republik ini, mahasiswa selalu turun ke jalan.Apa tidak ada jalur yang lebih elegan dan demokratis untuk menyelesaikan setiap permasalahan, apa gunanya DPR klo gitu(meskipun lembaga ini sangat tidak pro rakyat dan masih perlu banyak reformasi???
MahasiswaIndonesia memang betul menjadi pengawal demokrasi dan pelopor reformasi di negeri ini, tapi tentu kita sadar jika perjuanagan reformasi ini belumlah usai, masih banyak persoalan pelik yang muncul dari reformasi itu sendiri. Mahasiswa mempunyai idealisme dan pragmatisme, tetapi..yang perlu dipertanyakan kemudian adalah, apakah sifat idealisme dan pragmatisme itu masih tetap melekat jika sudah terjun ke masyarakat dan menjadi bagian dari rakyat???? silahkan dijawab sendiri..
Saya sadar, jika bangsa ini sudah sangat bobrok. Kepercayaan publik terhadap lembaga negara sudah sangat minim, sehingga jangan salah jika Allah merundung negeri kta dengan berbagai permaslaahan dan bencana, sangat benar sekali perkataan bapak Tifatul SEmbiring dalam khutbah idul adha, jika semua permasalahan bangsa ini bersumber dari keserakahan manusia Indonesia sendiri.
No comments:
Post a Comment